Jumat, 21 Desember 2018

Beribu Puisimu Karamkan Benciku







Beribu puisimu karamkan benciku

sebagaimana tanganmu nuliskan kataku

sebagaimana indahmu mengukirku

laksana kayu memanjakan dedaunan

sabdaku terkubur ngalami kebekuan

saat tatapmu nampakkan keindahanmu


Meroket mata saljumu

membekukan mata sunyiku

lalu kau mengatakan dewasamu

mengerti memahami sentuhanku

walau wajahku waktu

berganti panorama kaupun bahagia

waktu terus berlari kencang membawamu pergi

mengenali masa secerahku



Bangau perkutut kenari bernyanyi

bahasakan puisimu ketika bersemedi

syairkan tulangmu nyanyikan kesepianku

saat tubuhmu nyata kepergiannya, namun datang lagi

sepertinya surya semestapun

selalu ingin membayangkanmu

menyentuhku menyinari suramku




Butuh penghayatan kata batinmu

sedalam tatapku nampakkan keseriusan

sehalus impianku membahagiakanmu

selembut tanganku nyentuh kamu

meskipun melalui syairku

matamu mataku satu

bersama pandangi kehadiran batinmu

mengemasku melalui sentuhan

beribu puisimu karamkan benciku















BACA JUGA

https://www.puisipuitis.com/2018/11/berkata-perasaanku-kebahagiaan-bersamamu.html










EmoticonEmoticon

About